BAB III. " Perencanaan Dan Tujuan Hidup "


III. PERENCANAAN DAN TUJUAN HIDUP

PENDAHULUAN
Perencanaan  adalah kegiatan yang bertujuan dengan waktu berupa penentuan langkah-langkah yang memungkinkan organisasi mencapai tujuan-tujuannya. Seperti ;
Perencanaan program mahasiwa termasuk perencanaan utama, bukan merupakan hal baru bagi mahasiwa, baik perencanaan 3 tahunan, 4 tahunan maupun perencanaan sampai tingkat yang paling tinggi sudah direncanakan sejak awal menduduki perguruan tinggi. Namun, perencanaan perlu pula dilakukan untuk perencanaan strategis, yaitu perencanaan yang dapatkah seorang mahasiswa dapat berjalan pendidikanya dalm suatu universitas dengan baik dan menghasilkan dirinya yang tentunya berkualitas tinggi untuk kedepannya.

Suatu perencanaan yang baik baik harus berpedoman pada pada 5 W dah 1 H , yaitu :
What, artinya tindakan apa yang harus dikerjakan
Why,artinya  apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan
Where, artinya dimanakah tindakan itu dilaksanakan
When, artinya kapan tindakan itu dilaksanakn
Who, artinya siapakah yang mengerjakan tindakan itu
Whom, artinya bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu.
Dalam kehidupan ini , seseorang harus memiliki perencanaan dan tujuan hidup untuk dimulai dari sekarang dan kedepannya. Seseorang yang memiliki pedoman definisi tersebut, tau bagaimana apa yang dapat ia lakukan untuk hidupnya. Karena perencanaan dengan tujuan hidup itu, menentukan langkah apa yang ia ambil dalam kehidupannya.

Isi
Maka dari itu, seseorang wajib menetapkan tujuan bagi setiap waktu dan perbuatannya, dan memprogram kehidupannnya berdasarkan prinsip nya
ujuan kehidupan manusia dapat dipilah dalam dua bagian :
1. Tujuan besar, umum, dan permanen. Tujuan Strategis
2. Tujuan kecil, parsial, dan periodek. Tujuan taktis.

Tujuan kecil harus digunakan untuk tujuan besar. Tujuan besar dan teragung yang mungkin bisa diupayakan manusia dalam kehidupan ialah berusaha mendapatkan keridhaan Allah, Tuhan semesta alam, dengan sarana-sarana yang diizinkan Allah.
.Pada topik ini, penulis berusaha mematri sejumlah pemikiran yang membantu manusia menentukan tujuan dalam sisi-sisi kehidupan mereka yang beragam. Pemikiran-pemikiran sebagai berikut:

Janganlah membiasakan diri mengerjakan sesuatu tanpa tujuan. Diri kita ibarat anak kecil. Bila terbiasa dengan sesuatu maka ia tidak akan meninggalkannya. Bisa saja sebagian orang bertanya, apakah seluruh kehidupan harus dijalani dengan serius. Jawabannya tidak, sebab jiwa pasti tidak sanggup. Namun rehatlah pada waktu yang tepat dengan cara-cara yang sesuai. Dengan demikian, istirahat anda mempunyai tujuan dan tetap berada dalam bingkainya.

Sebelum menentukan tujuan, anda harus mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki atau diperkirakan ada. Setelah itu, barulah tujuan ditentukan berdasarkan kemampuan tersebut. Jadi, tujuan hidup tidak boleh berupa khalayan semata, dalam arti kemampuan yang disiapkan sangat pas-pasan. Taruhlah anda ingin melakukan bisnis. Anda harus realistis melihat berapa modal yang anda bisa siapkan untuk bisnis tersebut, baru menentukan proyek bisnis berdasarkan besarnya modal.


. Tujuan yang dicapai harus sepadan dengan waktu yang anda tentukan untuk merealisirnya. Ketahuilah bahwa “pembunuh” tujuan mulia yang paling berbahaya adalah ketiadaan waktu yang cukup untuk merealisirnya.Sama seperti orang yang ingin mengantongi ijazah dokter spesialis hanya dalam tempo satu tahun setelah lulus dari SMU.

Tujuan yang ingin direalisir hendaknya tujuan yang syar’I (legal), sebab tujuan sangat banyak macamnya dan hidup tidak menjadi sempit, kecuali bagi orang-orang yang lemah. Buktinya, Nabi Yunus a.s. tidak kehilangan aktivitas ketika terkurung di perut ikan, sebab beliau termasuk orang yang bertasbih kepada Allah.

Tujuan harus konkrit (ditentukan), jelas, dan spesifik. Tujuan yang tidak konkrit dan tidak jelas membuat orang tak mampu meraih apa yang ia inginkan atau tidak mengetahui apa sesungguhnya yang ia inginkan. Contohnya, seorang mahasiswa ingin lulus dari perguruan tinggi, tetapi ia tidak menentukan spesialisasi apa yang diinginkan, perguruan tinggi mana yang dikehendaki, dan kapan hal itu dilaksanakan. Karena tujuannya tidak spesifik, ia mengalami kesulitan merealisasikannya.


Diantara syarat terealisirnya tujuan ialah membuat rencana untuk mencapainya. Mungkin saja anda memiliki tujuan yang besar, memungkinkan untuk dicapai, legal, dan konkrit. Namun, bila jalan untuk meraihnya tidak dijelaskan maka akan tinggal sebagai gagasan dan cita-cita belaka, jadi realisasi tujuan harus disertai perencanaan.
Inilah persimpangan jalan antara orang-orang yang serius dengan orang-orang yang santai dalam menyikapi kehidupan. Orang-orang yang bersemangat tinggi merumuskan tujuan yang amat konkrit. Selanjutnya ia merumuskan dan menyiapkan mekanisme realisasinya. Adapun oran-orang yang suka menunda-nunda dan menganggur, betapa banyaknya tujuan utopis mereka, tetapi mereka tidak mengambil satu langkah pun untuk mewujudkannya!

Setelah menyelesaikan perencanaan, menyiapkan kebutuhan, dan menentukan waktu realisasi, langkah selanjutnya adalah realisasi perencanaan untuk mencapai tujuan. Di sini seseorang perlu menentukan pihak yang akan merealisir, pihak yang melakukan supervise, dan mencatat setiap tahap kemajuan.
Ketika seseorang melangkah mendekati tujuannya, ia akan menemui banyak kendala. Terkadang hal itu memaksanya mengkaji ulang sebagian rencana, lalu memikirkan tujuan-tujuan periodic yang mengantarkannya kepada tujuan utama. Ia harus berkosentrasi untuk merealisir tujuan dengan penuh keyakinan, bertekad bulat untuk mencapai tujuan tanpa ragu, dan berkeyakinan bahwa dirinyalah satu-satunya pihak yang harus bertanggung jawab atas terwujudnya tujuan tersebut, dan bukan orang lain.

Tujuan yang ingin diwujudkan harus dipandang sebagai kebutuhan sehingga lebih diutamakan untuk dikerjakan daripada aktivitas lain. Bisa saja seseorang memiliki tujuan yang sudah lengkap syarat-syaratnya, tetapi ia tidak merasa membutuhkannya. Perhatiannya justru tersedot kepada tujuan lain yang dianggapnya lebih mendesak. Akibatnya, ia sibuk menyiapkan tempat istirahat untuk seminggu pada liburan semester, padahal rumah untuk tempat tinggal selama setahun belum dibangun.
Ketika menentukan tujuan dan berusaha mewujudkannya, seseorang harus menjadikannya sebagai obsesi dan menghendaki peningkatan. Kehidupan itu terbatas dan kesempatan tidak datang berulang kali. Jadi, barangsiapa menghabiskan waktu dan kehidupannya untuk hal-hal yang remeh, ia bagaikan hidup di kaki gunung urusan-urusan sepele itu dan tidak sanggup mendaki sampai ke puncak tujuan.
Ini seperti seseorang yang memiliki kecerdasan tinggi, lulus SMU dengan nilai memuaskan, dan menyimpan berbagai potensi untuk meneruskan studinya sampai mencapai gelar doctor. Namun, ia merasa cukup dengan apa yang telah diwujudkannya di SMU dan mencari pekerjaan yang terbatas. Orang seperti ini bisa dibilang mengubah hidup-hidup seluruh potensinya karena tujuannya kelewat sederhana dan cita-citanya terbatas.


Jika tujuan utama sudah ditentukan dan seluruh syarat pendahuluannya tersedia, anda wajib membagi tujuan utama itu ke dalam tujuan-tujuan parsial, periodic dan kecil. Setiap kali berhasil merealisir satu dari tujuan-tujuan tersebut, berarti anda lebih dekat kepada penyempurnaan tujuan utama anda. Terealisirnya semua tujuan periodik dan kecil merupakan pertanda bahwa tujuan utama anda sudah terwujud dengan sempurna.


Salah satu kiat sukses dalam mencapai tujuan adalah merahasiakan tujuan dan usaha realisasinya dari orang-orang yang tak perlu tahu. Ini sejalan dengan hadis, “gunakan kerahasiaan dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan lain.” Barang siapa tidak mampu menjaga rahasia dirinya, jangan salahkan orang lain jika orang itu menyebarkannya. Berapa banyak tujuan menjadi hilang sia-sial atau gagal direalisir karena kerahasiaannya dibeberkan sendiri oleh si pemilik tujuan.

PENUTUP
Maka itu, sebuah perjalanan hidup harus didasari dengan perencanaan ( planning ) dan tujuan hidup. Karena dengan pedoman itu kita dapat menentukan rencana-rencana apa saja yang dapat kita ambil, tentukan kemudian untuk tujuan hidup kita , baik untuk kita sendir ataupun untuk orang lain. Karena pedoman perencanaan dan tujuan hidup ini, harus sudah kita pikirkan untuk masa depan kita.
Dan dalam perencanaan harus memiliki pedoman, sebagai berikut ;

Suatu perencanaan yang baik baik harus berpedoman pada pada 5 W dan 1 H , yaitu :
What, artinya tindakan apa yang harus dikerjakan
Why,artinya  apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan
Where, artinya dimanakah tindakan itu dilaksanakan
When, artinya kapan tindakan itu dilaksanakn
Who, artinya siapakah yang mengerjakan tindakan itu
Whom, artinya bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu.


DAFTAR PUSTAKA
www.google.com
ekonomi primagama kelas 12
ekononomi kelas 12 karangan yudhistira. 
  






BAB II. " Penerapan Manajemen Dalam Kehidupan Mahasiswa "


II. PENERAPAN MANAJEMEN DALAM KEHIDUPAN MAHASISWA
 

PENDAHULUAN

Mahasiswa adalah tonggak dari sebuah perubahan. Suatu istilah yang tentunya sudah tidak asing lagi kita dengar, yaitu bahwa “Mahasiswa Sebagai Agent Of Change/Agen Perubahan”. Mahasiswa selalu menjadi bagian dari perjalanan sejarah sebuah bangsa. Pemikiran kritis, dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah aspirasi rakyat kepada penguasa, dengan cara mereka sendiri.

Peran mahasiswa sangatlah nyata bagi sebuah perubahan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dimana peran mahasiswa itu sendiri diantaranya:

1) sebagai penganalisa, pemberi solusi terhadap fenomena ataupun peristiwa yang sedang terjadi di masyarakat,
2) sebagai pengamat dan pengontrol terhadap kebijakan dan keputusan pemerintah,
3) sebagai penyambung lidah atau penyampai aspirasi masyarakat kampus pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya,
4) sebagai penyampai kebenaran,
5) sebagai agen perubahan (agent of change),
6) sebagai generasi muda penerus masa depan bangsa.

Jika kita mau merenung dan berfikir sejenak, tentunya akan muncul pertanyaan-pertanyaan dari dalam benak kita. Mengapa semua ini menimpa kehidupan mahasiswa ataupun mahasiswi sebagai salah satu tonggak perubahan negeri ini? Mengapa kondisi ini terjadi di negeri yang kaya raya dengan sumber daya alamnya dan di negeri yang pernah mendapat julukan “Jamrud Katulistiwa” ini?

isi
Ada tiga perspektif yang bisa kita gunakan untuk menguraikan problematika yang kehidupan mahasiswa sebagai anak kos-kosan ini dan tentunya berawal dari kehidupan orang tuanya sebagai masyarakat (warga Negara) Indonesia.

1. Perspektif pertama, perspektif ekonomi hyang diajukan para ekonom, yang menyatakan bahwa, segala krisis yang terjadi adalah akibat fundamental ekonomi Indonesia yang lemah. Sehingga mereka mengajukan solusi untuk restrukturisasi utang luar negeri, meningkatkan ekspor, dan solusi lainya. Hal ini telah dilakukan tetapi tidak menyelesaikan masalah.

2. Perspektif kedua, perspektif politik. Penganut perspektif ini mengatakan bahwa, krisis yang terjadi bukan hanya disebabkan oleh rusaknya tatanan ekonomi, namun lebih disebakan oleh rusaknya tatanan politik, yang berefek pada tidak demokratisnya pemerintah. Beranjaknya dari analisis ini maka demokratisasi dilakukan di segala bidang, pemilihan presiden bahkan sampai pemilihan kepala daerah telah dilakukan secara langsung. Namun, ternyata hasilnya sampai saaat ini belum mampu menyelesaikan krisis multidimensional yang terjadi.

3. Perspektif ketiga adalah perspektif filosofi radikal. Teori ini memandang bahwa krisis multidimensional yang terjadi saat ini bukanlah semata-mata disebabkan oleh rapuhnya tatanan ekonomi dan rusaknya sistem perpolitikan, namun semua krisis ini disebabkan oleh rapuhnya idiologi Negara. Sehingga berimbas pada kesalahan penerapan sistem. Sistem yang diterapkan saat ini bukanlah sistem yang ideal namun sistem yang cacat sejak lahir dan bersifat self destructive yaitu tatanan sistem kapitalisme-sekuler. Sehingga solusi fundamental untuk menyelesaikan problem kehidupan mahasiwa ataupun mahasiswi serta masyarakat saat ini adalah mengganti sistim sekuler dengan sistem yang baru.

Ada definisi yang digunakan misalnya yang dirumuskan oleh Terry, sebagai berikut:
‘’Management is a distinct process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling, performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human beings and other resources’’.
Dalam pengertian definisi ini, ada aktivitas yang jelas berupa proses manajemen. Selanjutnya, aktivitas dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu dan dilakukan melalui orang lain dengan bantuan sumber daya lain pula, yang dinamakan orang dan sumber daya lain biasa disebut 5 M, yaitu men, materials, machines, methods, dan money.
Didalam suatu manajemen terdapat ;
  1.     Planning ( perencanaan ) 
  2.     Organizing ( pengorganisasian )
  3.     Commanding ( pemberian commando )
  4.    Coordinating ( pengkoordinasian )
  5.     Controlling ( pengawasan )
1.    Planning  ( perencanaan ) adalah kegiatan yang bertujuan dengan waktu berupa penentuan langkah-langkah yang memungkinkan organisasi mencapai tujuan-tujuannya.
Seperti ;
Perencanaan program mahasiwa termasuk perencanaan utama, bukan merupakan hal baru bagi mahasiwa, baik perencanaan 3 tahunan, 4 tahunan maupun perencanaan sampai tingkat yang paling tinggi sudah direncanakan sejak awal menduduki perguruan tinggi. Namun, perencanaan perlu pula dilakukan untuk perencanaan strategis, yaitu perencanaan yang dapatkah seorang mahasiswa dapat berjalan pendidikanya dalm suatu universitas dengan baik dan menghasilkan dirinya yang tentunya berkualitas tinggi untuk kedepannya.   

        Suatu perencanaan yang baik baik harus berpedoman pada pada 5 W dah 1 H , yaitu :
a.    What, artinya tindakan apa yang harus dikerjakan
b.    Why,artinya  apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan
c.    Where, artinya dimanakah tindakan itu dilaksanakan
d.    When, artinya kapan tindakan itu dilaksanakn
e.    Who, artinya siapakah yang mengerjakan tindakan itu
f.     Whom, artinya bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu.


2.    Organizing ( pengorganisasian ) adalah kegiatan yang berhubungan dengan mengatur manusia atau karyawan atau pegawai  dengan mobilisasi bahan materiil dan sumber daya manusia guna melaksanakan rencana.
Fungsi pengorganisasian termasuk fungsi pengisian  yang sesuai untuk setiap tugas atau kedudukan.
     Seperti contoh, seorang mahasiwa yang mengikuti organisasi di universitasnya yaitu BEM ( Badan Executiv Mahasiwa ) . dia menduduki sebagai ketua di organisasi tersebut dan teman-temanya sebagai anggota, Pengisian kedudukan atau posisi perlu membedakan dalam organisasi tersebut, yang masing-masing mempunyai tugas khas yang berbeda-beda  dan karakteristik sendiri-sendiri

Dalam pengorganisasian terdapat penyusunan struktur organisasi yaitu ;
a.    Struktur organisasi garis ( line relation )
Merupakan struktur organisasi yang paling sedrhana dan yang papling tua. Dalam struktur organisasi garis ini aliran tugas dan tanggungjawab terlihat dengan jelas dengan arah vertical, artinya wewenang mengalir dari atas kebawah , seangkan tanggung jawab dari bawah keatas,
b.    Struktur organisasi fungsional atau staff ( staff relation )
Organisasi fungsional diciptakan oleh FW Taylor , dimana segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas, sebab setiap atasan berwenang member komando kepada setiap bawahan , sepanjang ada hubungan dengan fungsi atasan tersebut.
c.    Struktur organisasi garis dan staff
Pada bentuk organisasi dan staff , terdapat satu atau beberapa oaranf staff. Staff yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu, yang tugsnya member nasihat dan saran dalam bidangnya kepada pimpinan didalm organisasi tersebut.

3.    Actuating ( penggerakan ) adalah menempatkan semua anggota dari pada kelompok agar kerja secara sadar untuk mencapi tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan perencanaan dan pola organisasi atau dengan kata lain penggerakan artinya kegiatan yang berhubungan dengan memotivasi atau member semangat kepada karyawan atau pegawai.
Misalkan, kita masih membahasa organisani BEM tersebut  , tugas pimpinan organisasi tersebut menggerakkan seluruh anggota yang bekerja dalam suatu organisasi terbut agar masing-masing bekerja sesuai yang telah ditugaskan dengan semangat dan kemampuan maksimal. Ini merupakan tantangan yang sangat besar bagi fungsi manajemen., yang mempunyai keyakinan, harapan, sifat, tingkat laku, emosi, kepuasan, pengembangan, dan akal budi serta menyangkut hubungan antar pribadi. Oleh karena itu, banyak yang mengatakan bahwa fungsi penggerakan adalah fungsi yang paling penting serta paling sulit dalam keseluruhan fungsi manajemen.

Fungsi penggerakan berada pada semua tingkat, lokasi, dan bagian
organisasi. Kemudian, fungsi penggerakan meliputi memberikan motivasi, memimpin, menggerakkan, mengevaluasi kinerja individu, memberikan imbal jasa, mengembangkan para manajer dan sebagainya. Fungsi penggerakan kadang-kadang diganti dengan istilah lain, misalnya fungsi kepemimpinan (leading).

4.     Pengkoordinasian (Coordinating) dengan memastikan sumber-sumber daya dan kegiatan organisasi berlangsung secara harmonis dalam mencapai tujuannya.
Dalam pengkoordinasian, seorang pimpinan harus mengkoordinasi organisasi tersebut bagaimana suatu organisasi yang di jalankanya berjalan sesuai yang di inginkanya dengan lancar, harmonis dan yang paling terutama organisasi tersebut mencapai tujuan yang diharapkan nya.

5.    Controlling ( pengawasan )adalah proses penentuan apa yang akan dicapai ( standard ), apa yang sedang dihasilkan ( pelaksanaan ) , menilai pelaksanaan dan bilamana perlu mengambil tindakan korektif sehingga pelaksanaan dapat berjalan menurut rencana , yaitu sesuai dengan standard, atau dengan kata lain pengawsan adalah kegiatan yang berhubungan dengan mengendalikan atau mengawasi setiap pekerjaan serta melakukan tindakan koreksi  dan dengan memantau rencana untuk membuktikan apakah rencana itu sudah dilaksanakan sebagaimana.

PENUTUP

Dari sebab itu, seorang mahasiswa harus melakukan penerapan manajemen nya dalam kehidupanya, dimana manajemen itu digunakan untuk dirinya agar proses jalan dari tahap ke tahap befungsi dengan hasil yang maksimal dan kemudian dicapailah suatu tujuan yang telah direncanakanya dalam manajemen tersebut sesuai dengan keinginan dan harapnnya.
Maka struktur-struktur yang digunakan seorang mahasiswa tersebut dalam penerapan manajemen nya, menggunakan fungsi-fungsi :
  1.      Planning ( perencanaan )
  2.      Organizing ( pengorganisasian )
  3.      Commanding ( pemberian commando )
  4.      Coordinating ( pengkoordinasian )
  5.      Controlling ( pengawasan )

RESENSI
www.google.com
ekonomi primagama kelas 12
ekononomi kelas 12 karangan yudhistira.

  • nama  : ibnu irfan pananjung
  • kelas  : 1DB15
  • NPM   : 39110642 


BAB I . "sejarah perkembangan manajemen "


MANAJEMEN
Dalam kehidupan sehari-hari pasti kita mendengar istilah ‘manajemen’ khususnya yang berkaitan dengan dunia kegiatan perekonomian maupun bisnis. Lalu apakah yang dimaksud manajemen tersebut ?
Manajeman adalah sesuatu seni dan ilmu perencanaan ,pengorganisasian ,penyusunan,pengarahan dan pengawasan dari pada sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan terlebih dahulu atau sebelumnya.
 Pada dasarnya manajemen merupakan kerjasama dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), dan pengawasan (controlling).
Dan sampai saat ini belum ada suatu teori manajemen dapat diterapkan pada semua Situasi dan kondisi. Seorang manajer akann menemui atau menjumpai banyak pandangan tentang manajemen.

Beberapa pakar yang dikemukakan oleh sarjana-sarjana barat mendefinisikan manajemen, antara lain :
1.    Webster’s Dictionary .  Manajemen adalah tindakan mengendalikan, kecakapan dalam menjuruskan admistrasi. ( management  is the act of managing , skill in directing administration )
2.    Harold Koontz dart O’Donnel. Manajemen adalah penyelesain pekerjaan melalui kegiatan-kegiatan dari pada orang lain.( management is getting thing done through the effort of other people )
3.    John D Millet. Manajemen adalah proses pembibingan dan penyediaan fasilitas-fasilitas suatu tujuan. ( management is the process of directing and facilitating the work of people organized in formal groups to achieve a desired goal )
4.    George R Terry. Manajemen adalah pencapaian tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu dengan mempergunakan kegiatan orang lain. ( management is the acclompishing of a predeter mined objective through the effort of other people )
5.    Frederick W  Taylor .
Beliau mengemukakan empat prinsip manajemen penting, yaitu :
a.    Pengembangan metode kaerja terbaik
b.   Pemilihan serta pengembangan pekerja-pekerja
c.    Usaha menghubungkan metode kerja terbaik dengan kerja yang terpilih dan terlatih
d.   Adanya kerjasama antara manajer dan non manajer ,kerjasma mana melalui pembagian kerja  
6.    Henry Fayol . manajemen adalan sebagai suatu hal yang terdiri dari fungsi-fungsi.




I.SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN
PENDAHULUAN
Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Tetapi, Banyak yang beranggapan dari pendapat-pendapat para pakar ilmu pengetahuan bahwa kata manajemen mungkin berasal dari bahasa italia (1561) maneggiare yang berarti "mengendalikan," terutamanya "mengendalikan kuda" yang berasal dari bahasa latin manus yang berati "tangan". Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti "kepemilikan kuda" (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
isi
Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang tanpa mempedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.
Piramida di Mesir ,Pembangunan piramida ini tak mungkin terlaksana tanpa adanya seseorang yang merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakan para pekerja, dan mengontrol pembangunannya.
Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota VenesiaItalia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal dan pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip dengan model lini perakitan (assembly line) yang dikembangkan oleh Hanry Ford untuk merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan tersebut, orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya.
Daniel Wren membagi evolusi pemikiran manajemen dalam empat fase, yaitu ;
1.    Pemikiran awal
Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smithmenerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang.
2.    Era manajemen sains
Era ini ditandai dengan berkembangan perkembangan ilmu manajemen dari kalangan insinyur seperti Henry Towne, Frederick Winslow Taylor,Frederick A. Halsey, dan Harrington Emerson Manajemen ilmiah, atau dalam bahasa Inggris disebut scientific management, dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of Scientific Management pada tahun 1911. Dalam bukunya itu, Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah "penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerja
Dalam manajemen sains hadirnya teori administratif, yaitu teori mengenai apa yang dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk praktik manajemen yang baik. Pada awal abad ke-20, seorang industriawan Perancis bernama Henry Fayol mengajukan gagasan lima fungsi utama manajemen: merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung hingga sekarang. Selain itu, Henry Fayol juga mengagas 14 prinsip manajemen yang merupakan dasar-dasar dan nilai yang menjadi inti dari keberhasilan sebuah manajemen.
Perkembangan selanjutnya terjadi pada tahun 1940-an ketika Patrick Blackett melahirkan ilmu riset operasi, yang merupakan kombinasi dari teori statistika dengan teori mikroekonomi. Riset operasi, sering dikenal dengan "Sains Manajemen", mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi. Pada tahun 1946Peter F. Drucker sering disebut sebagai Bapak Ilmu Manajemen menerbitkan salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: "Konsep Korporasi" (Concept of the Corporation). Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi.

3.    era manusia sosial,
Era manusia sosial ditandai dengan lahirnya mahzab perilaku (behavioral school) dalam pemikiran manajemen di akhir era manajemen ilmiah. Mahzab perilaku tidak mendapatkan pengakuan luas sampai tahun 1930-an. Katalis utama dari kelahiran mahzab perilaku adalah serangkaian studi penelitian yang dikenal sebagai eksperimen Hawthrone.
Eksperimen Hawthrone dilakukan pada tahun 1920-an hingga 1930-an di Pabrik Hawthrone milik Western Electric Company Works di Cicero, Illenois.[2]. Kajian ini awalnya bertujuan mempelajari pengaruh berbagai macam tingkat penerangan lampu terhadap produktivitas kerja. Hasil kajian mengindikasikan bahwa ternyata insentif seperti jabatan, lama jam kerja, periode istirahat, maupun upah lebih sedikit pengaruhnya terhadap output pekerja dibandingkan dengan tekanan kelompok, penerimaan kelompok, serta rasa aman yang menyertainya. Peneliti menyimpulkan bahwa norma-norma sosial atau standar kelompok merupakan penentu utama perilaku kerja individu.[9]
Pada tahun 1938, Chester Barnard (1886–1961) menulis buku berjudul The Functions of the Executive yang menggambarkan sebuah teori organisasi dalam rangka untuk merangsang orang lain memeriksa sifat sistem koperasi. Melihat perbedaan antara motif pribadi dan organisasi, Barnard menjelaskan dikotonomi "efektif-efisien".
Menurut Barnard, efektivitas berkaitan dengan pencapaian tujuan, dan efisiensi adalah sejauh mana motif-motif individu dapat terpuaskan. Dia memandang organisasi formal sebagai sistem terpadu di mana kerjasama, tujuan bersama, dan komunikasi merupakan elemen universal, sementara pada organisasi informal, komunikasi, kekompakan, dan pemeliharaan perasaan harga diri lebih diutamakan. Barnard juga mengembangkan teori "penerimaan otoritas" didasarkan pada gagasan bahwa bos hanya memiliki kewenangan jika bawahan menerima otoritas itu.

4.    Era moderen

Era moderen ditandai dengan hadirnya konsep manajemen kualitas total (total quality management TQM) di abad ke-20 yang diperkenalkan oleh beberapa guru manajemen, yang paling terkenal di antaranya W. Edwards Deming (1900–1993) and Joseph Juran (lahir 1904).
Deming, orang Amerika, dianggap sebagai Bapak Kontrol Kualitas di Jepang. Deming berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan berasal dari kesalahan pekerja, melainkan sistemnya. Ia menekankan pentingnya meningatkan kualitas dengan mengajukan teori lima langkah reaksi berantai. Ia berpendapat bila kualitas dapat ditingkatkan, (1) biaya akan berkurang karena berkurangnya biaya perbaikan, sedikitnya kesalahan, minimnya penundaan, dan pemanfaatan yang lebih baik atas waktu dan material; (2) produktivitas meningkat; (3) market share meningkat karena peningkatan kualitas dan harga; (4) profitabilitas perusahaan peningkat sehingga dapat bertahan dalam bisnis; (5) jumlah pekerjaan meningkat. Deming mengembangkan 14 poin rencana untuk meringkas pengajarannya tentang peningkatan kualitas.
Kontribusi kedua datang dari Joseph Juran. Ia menyatakan bahwa 80 persen cacat disebabkan karena faktor-faktor yang sebenarnya dapat dikontrol oleh manajemen. Ia merujuk pada "prinsip pareto." Dari teorinya, ia mengembangkan trilogi manajemen yang memasukkan perencanaan, kontrol, dan peningkatan kualitas. Juran mengusulkan manajemen untuk memilih satu area yang mengalami kontrol kualitas yang buruk. Area tersebut kemudian dianalisis, kemudian dibuat solusi, dan diimplementasikan.

PENUTUP
Maka manajemen yang mengalami beberapa era dengan melewati beberapa periode mengalami kemajuan begitu pesat nya. Dengan banyaknya hal-hal yang  berkembang dari tahun ke tahun, manajemen yang merupakan landasan seseorang untuk memasukan nya dalam kehidupannya sehari-hari yang mungkin digunakan untuk saat ini atau pun untuk dikelak masa depan.
Dengan kontribusinya manajemen memungkinkan manusia dalam melakukan hal segala apapun yang dibuat nya, akan menghasilkan segala sesuatu yang terbaik untuk dirinya sendiri dan orang lain.
sebab itu manajemen hal utama terpenting seseorang dalam melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan mekanisme  kehidupan nya.


REfERENSI
www.google.com
www.library.usu.ac.id
ekononomi kelas 12 karangan yudhistira.


 

  • nama : ibnu irfan pananjung
  • kelas : 1DB15
  • NPM  : 39110642


Followers

widget statistik

Powered By Blogger

.